BREAKING NEWS

Dari Pasar Beringin Lubukbasuang ke Puncak Asia: Furqon Habil Winata Kibarkan Merah Putih di Vietnam



Indokatanews DONG NAI, VIETNAM--- Dari sebuah kampung di Pasar Beringin, Lubuk Basung, lahir seorang pendekar muda yang kini membuat Ranah Minang dan Indonesia menegakkan kepala dengan penuh  bangga. 

Namanya Furqon Habil Winata. Di usianya yang masih belia, siswa kelas II SMA Negeri 1 Lubuk Basung itu kembali menorehkan sejarah dengan merebut medali emas 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Dong Nai, Vietnam, Rabu 22 Juli 2026. 

Di arena yang dipenuhi pesilat-pesilat terbaik Asia,Habil tampil bukan sekadar sebagai peserta. Ia tampil sebagai petarung yang membawa semangat kampung halamannya, kebanggaan Sumatera Barat, dan kehormatan bagi Merah Putih. 

Pada partai final kelas B putra, Habil menghancurkan perlawanan wakil tuan rumah Vietnam, Trinh Van Duong, dengan skor telak 59-29.

Seperti tak dapat ampun saja lawan dibuatnya. Sebenar-benar tampak “pandeka” Minangnya Habil.

Lihatlah, betapa dominasi Habil begitu mutlak hingga wasit memutuskan menghentikan pertandingan sebelum waktu normal berakhir. Keputusan itu menjadi bukti betapa jauh keunggulan yang ditunjukkan pesilat muda asal Agam tersebut di atas gelanggang.

Garang memang !

Mana ada kemenangan yang  diraih dengan jalan mudah. Dalam perjalanan menuju podium tertinggi, Habil harus melewati hadangan pesilat India Bikram Singh Ningombam, sebelum mengalahkan wakil Singapura Muhamad Iryan Anaqi di babak semifinal. 

Satu demi satu lawan disingkirkan hingga akhirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Vietnam.

Lebih istimewa lagi, emas di Vietnam merupakan medali emas ketujuh secara beruntun yang berhasil diraih Habil dalam berbagai kejuaraan nasional dan internasional. 

Sebuah catatan luar biasa bagi seorang atlet yang masih duduk di bangku sekolah menengah.

Habil anak urang Caniago itu,patut jadi teladan bagi generasi terkini. Sejak duduk di bangku SD, ia  sudah bersungguh sungguh berlatih,lalu meraih prestasi ! 

Pulang sekolah ia latihan. Ia anti bahuru-huru jo kawan sama besar. Waktu-waktu di luar sekolah, baginya adalah waktu-waktu untuk berlatih keras. 

Ya,di balik keberhasilan itu, terdapat kerja keras tanpa henti. Disiplin latihan Habil yang tinggi, serta sentuhan tangan dingin pelatih Asrial dan Jefri Juniardi, dua sosok yang ikut mengantarkan Habil menjelma menjadi salah satu pesilat muda paling menjanjikan di Asia.

Sekitar empat tahun silam, sorang wartawan senior,Pinto Janir pernah menulis di Harian Padang Ekspres tentang Habil. Judul tulisannya : “ Target Habil Juara Dunia !”. Kini,target itu tampaknya, setapak lagi bakal digenggam Habil. 

Kata ayah Habil, Dodi Mak Dang : “ Hati Habil ini keras untuk latihan. Mau hujan,mau paneh garang, Habil tak mau tahu. Ia akan marengek rengek untuk diantar latihan. Sekalipun  agak demam-demam seangin, Habil akan tetap juga latihan”. 

Ya, pada saat itulah sang ayah total mendukung. 

“ Kami pernah sampai menggadaikan motor untuk mendampingi Habil mengikuti kejuaraan”,kata Dodi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang atau bakuli. Kalau taka da kerja, kadang-kadang Dodi “ngojek”. Untuk mendukung Habil, bagi Dodi, tak ada kayu janjang pun dikapiang !    

Jejak prestasi Habil  memang tidak dibangun dalam semalam. Sebelum menaklukkan Asia di Vietnam, ia telah lebih dulu mencatatkan namanya sebagai juara pada Indonesia Open Championship Medan, Kejurnas Remaja Jakarta, serta Asian Pencak Silat Championship di India.

Tahun 2025, bahkan menjadi panggung pembuktian yang luar biasa baginya. Habil sukses meraih emas pada Asian Youth Games Bahrain, Popnas XVII, Peparpenas XI, dan 14th Asian School Games di Brunei Darussalam.

Deretan prestasi tersebut memperlihatkan satu hal: Habil bukan sekadar atlet berbakat, tetapi atlet yang memiliki konsistensi juara.

Bagi masyarakat Pasar Beringin, Lubuk Basung, dan Kabupaten Agam, nama Habil kini telah menjelma menjadi simbol kebanggaan daerah. 

Bagi masyarakat Sumatera Barat, ia menjadi bukti bahwa Ranah Minang terus melahirkan generasi tangguh yang mampu bersaing di tingkat dunia. Dan bagi Indonesia, Habil adalah wajah masa depan pencak silat nasional.

Ayahanda Habil, Dodi Makdang,  tak mampu menyurukkan  rasa harunya melihat putranya terus mengukir prestasi di panggung internasional.

"Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada pelatih Asrial dan Jefri Juniardi yang telah membimbing Habil hingga mampu bersaing di level dunia.Terima kasih juga kepada masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga Lubuk Basung, atas doa dan dukungannya.Dan,teristimewa kepada Ketua KONI Sumbar, Bapak Hamdanus yang perhatiannya pada Habil sungguh luar biasa.Tarimo kasih KONI Sumbar" ujar Dodi dengan mata berkaca-kaca. 

Prestasi Habil  turut menjadi bagian penting dari keberhasilan Tim Nasional Pencak Silat Indonesia yang membawa pulang 6 medali emas, 4 medali perak, dan 9 medali perunggu dari Vietnam. 

Namun di tengah deretan prestasi itu, nama Habil  mencuri perhatian banyak pihak di gelanggang silat Asia, karena usianya yang masih muda dan performanya yang begitu dominan dan memukau.

Kini, setelah menaklukkan Asia, langkah berikutnya telah menanti. Tantangan yang lebih besar berada di depan mata: Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2026 di Uzbekistan.

Jika konsistensi dan mental juaranya terus terjaga, Furqon Habil Winata bukan hanya akan menjadi kebanggaan Pasar Beringin, Lubuk Basung, atau Sumatera Barat. Ia berpeluang menjadi salah satu ikon baru pencak silat Indonesia di panggung dunia. 

Dari sebuah kampung tak jauh dari batang Antokan dan Pantai Tiku, seorang anak muda telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja. Dan kini, ketika Merah Putih berkibar di Vietnam, nama Furqon Habil Winata ikut terpatri sebagai salah satu harapan terbesar pencak silat Indonesia untuk masa depan. (PJ)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image