BREAKING NEWS

Raker Lemkari Sumbar: Dari Ruang Dewan, Disiplin Ditegakkan, Prestasi Dipanggungkan



INDOKATANEWS Padang ---Minggu pagi itu, ruang rapat Gedung DPRD Sumatera Barat tak sekadar menjadi tempat bersidang. Ia berubah menjadi dojo besar ; ruang tempat disiplin dipanggungkan, sumpah diingatkan, dan masa depan dirumuskan.

Di sanalah Rapat Kerja Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Pengurus Provinsi Sumatera Barat 2026 digelar. Bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pertemuan tekad: menata organisasi, menajamkan prestasi, dan meneguhkan jalan panjang seorang karateka.

Tema yang diusung terasa tegas dan terarah: penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan prestasi atlet berbasis pembinaan terstruktur. Sebuah kalimat yang bukan hanya dibaca, tapi hendak diwujudkan ; pelan, disiplin, berulang, seperti gerakan dalam kata.

Sekretaris Lemkari Sumbar, Daryulisman, SH, M.Ikom-karateka DAN IV yang akrab disapa Yulman-menyebut pelaksanaan raker kali ini memang berbeda. Bukan hanya karena tempatnya, tapi karena semangat yang dibawanya: menghadirkan keseriusan dalam suasana yang lebih bermakna.

Raker dibuka oleh Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno, yang diwakili Wakil Ketua Umum II, Shihan Letkol Caj M. Arie Marzuki, penyandang DAN VII. Hadir pula Ketua Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria, unsur FORKI Sumbar yang diwakili Staf Khusus Mazar Putra, serta jajaran tokoh dan pelatih: Ir. Yozawardi Usama Putra, Budi Erwanto, Shihan Firdaus, Sensei Prof. Giatman, Ferry Suardi, hingga para ketua dan pengurus cabang se-Sumatera Barat.

Acara dimulai dengan Indonesia Raya--lagu yang selalu mengingatkan bahwa setiap latihan, setiap keringat, bermuara pada satu hal: mengharumkan negeri. Lalu Mars Lemkari berkumandang. Setelah itu, tradisi karate dipimpin Ketua Majelis Sabuk Hitam Lemkari Sumbar, Sensei Agusmardi, B.Ac. Sebuah pengingat bahwa karate bukan sekadar teknik, melainkan jalan hidup.

Dan jalan itu kembali ditegaskan dalam sambutan.

Shihan Arie Marzuki mengajak para sabuk hitam untuk tidak sekadar menghafal sumpah karate, tetapi menghidupinya. Sumpah itu bukan teks.Ia adalah cermin. Tentang kepribadian yang dibentuk, kejujuran yang dijaga, prestasi yang diperjuangkan, sopan santun yang dirawat, dan penguasaan diri yang dilatih terus-menerus, tanpa jeda.

Karate, katanya, bukan tentang menyerang lebih dulu. Karate adalah tentang menahan. Tentang menghormati. Tentang menjadi kuat tanpa harus melukai.

Di situlah raker menemukan maknanya: bukan hanya membahas program, tapi merawat nilai.

Setelah doa dilangitkan oleh Nilam Aljaswan, forum berlanjut ke sidang-sidang kerja. Di bawah kepemimpinan Ketua Pengprov Nanda Satria, jalannya persidangan dipandu Sensei Prof. Giatman. Gagasan disusun, strategi dirumuskan, arah organisasi ditetapkan satu demi satu, seperti rangkaian kata yang tak boleh keliru.

“Semoga kegiatan ini membawa kemajuan bagi organisasi dan prestasi atlet karate Sumatera Barat,” ujar Nanda. Singkat, namun cukup untuk menggambarkan harapan yang panjang.

Raker itu akhirnya bukan sekadar selesai. Ia meninggalkan jejak.Jejak keseriusan, jejak persaudaraan, jejak tekad.

Karena di balik setiap pukulan yang tertahan, di balik setiap gerak yang terukur, selalu ada satu tujuan: menjadi lebih baik. Bukan hanya sebagai atlet, tapi sebagai manusia.

Dan dari ruang dewan itu, Lemkari Sumbar kembali memulai dengan disiplin sebagai napas, dan prestasi sebagai arah. ( Agus Mardi) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image