BREAKING NEWS

Nostalgia Rabab Pasisia Menggetarkan Hati Perantau Minang di Puncak Bogor

 



INDOKATANEWS BOGOR ---Alunan dendang yang syahdu bersahutan dengan gesekan biola tradisional Rabab Pasisia seketika membawa ratusan perantau asal Sumatera Barat kembali ke masa lalu.


 Dalam acara Halal Bihalal Forum Silaturrahmi Linggo Saiyo (FSLS) 2026 yang digelar di Hotel Pesona Anggraini, Cisarua, Puncak, Bogor, pada Sabtu malam (2/5/2026), batas antara kegembiraan pertemuan dan kerinduan mendalam pada kampung halaman seolah lebur menjadi satu.


Suasana malam itu bukan sekadar perayaan pasca lebaran, melainkan sebuah perjalanan emosional. Seni tutur khas Pesisir Selatan yang dibawakan melalui rabab berhasil membangkitkan memori kolektif para perantau tentang masa kecil, sawah, dan laut di tanah kelahiran mereka.


Acara yang berlangsung khidmat namun meriah ini dibuka dengan sekapur sirih yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Syafriwan, S.Ag., dilanjutkan dengan sambutan penuh semangat dari Ketua Pembina FSLS, Letda Inf Anil. 


Dukungan kuat terhadap pelestarian budaya dan solidaritas perantau juga ditunjukkan oleh kehadiran perwakilan Ketum DPP PKPS, Adi Karsyaf, yang diwakili oleh Sekjen Bakri Maulana.


Puncak dari rangkaian acara adalah doa bersama yang dipimpin untuk memohon ampunan atas segala khilaf sesama manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan (ukhuwah) di tanah rantau.


"Dalam doa kami, selain saling mengeratkan dan menguatkan tali silaturahmi, kami juga memohon keberkahan hidup setelah Idul Fitri agar langkah kami senantiasa diridhoi," ujar Syafriwan kepada awak media, Senin (4/5/2026).


Syafriwan menjelaskan bahwa FSLS merupakan wadah bagi perantau yang berasal dari Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Organisasi ini menyatukan warga dari belasan nagari, meliputi Air Haji, Punggasan (Timur, Utara, PD XI, Lagan Mudik, Lagan Hilir), Muara Gadang, Pasar Bukit, Sungai Sirah, Rantau Simalenang, hingga Muara Kandis.


"Alhamdulillah, rangkaian acara berjalan memuaskan. Kami berharap tidak ada satu pun perantau yang merasa kecewa, justru semoga semua pulang membawa kenangan indah," harapnya.


Keberhasilan penyelenggaraan HBH FSLS tahun ini tidak lepas dari dukungan moril dan materil yang diberikan oleh tokoh masyarakat, khususnya Ketum DPP PKPS, Adi Karsyaf, S.H., M.H.

 "Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Adi Karsyaf yang telah mendukung penuh sehingga acara ini berjalan lancar dan sukses," tambah Syafriwan.


Acara ini turut dihadiri oleh sesepuh dan tokoh penting, termasuk AKBP (Purn) Jamaluddin Can, S.H. Keistimewaan malam itu terlihat ketika pentas Rabab Pasisia berlangsung; tidak hanya perantau Linggo Sari Baganti yang hadir, tetapi juga perantau dari wilayah tetangga seperti Ranah Pesisir, Lengayang, dan Surantiah. 

Kehadiran lintas wilayah ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat, membuktikan bahwa seni budaya adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati perantau Minang di mana pun mereka berada.


Di bawah langit Puncak Bogor yang sejuk, malam itu menjadi saksi bahwa sejauh apa pun kaki melangkah merantau, akar budaya dan rindu pada kampung halaman akan selalu menemukan jalannya pulang melalui alunan Rabab.


(Oleh: Agusmardi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image