BREAKING NEWS

Ketua PELTI Riau Konsolidasikan Event Daerah, Bidik Lompatan Prestasi Menuju PON 2028

 



Indokatanews Pekanbaru --- Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Riau, H. Muhammad Rafee, mengonsolidasikan agenda turnamen tenis di seluruh kabupaten dan kota se-Riau sebagai langkah strategis membangun ekosistem kompetisi berjenjang. Kalender event daerah dinilai menjadi fondasi penting untuk mendongkrak prestasi atlet menuju PON 2028.

Komitmen itu disampaikan Rafee dalam dialog “Riau Menyapa” di RRI, Jumat (20/2/2026). Ia menegaskan, pembinaan tidak bisa hanya bertumpu pada pemusatan latihan. Kompetisi rutin di tingkat daerah harus menjadi mesin utama pembentukan mental tanding atlet.

“Kami ingin kalender event di kabupaten dan kota berjalan konsisten. Dari situ lahir atmosfer kompetitif dan pembinaan yang terukur,” kata Rafee.

Menurut dia, program kerja 2026 difokuskan pada dua pilar. Yakni, penguatan infrastruktur dan sistem pembinaan usia dini. PELTI Riau menyiapkan lapangan indoor sebagai pusat latihan terpadu sekaligus basis akademi tenis modern. Fasilitas itu diharapkan menjadi sentra pembinaan atlet potensial.

Selain itu, berbagai turnamen akan digelar secara berjenjang, mulai dari level komunitas hingga kejuaraan berskala nasional. Skema ini dirancang untuk mempercepat proses talent scouting dan memperluas jam tanding atlet muda.

PELTI Riau juga menyiapkan program penjaringan melalui seleksi dan kursus tenis khusus guna memetakan potensi atlet dari berbagai daerah. Langkah ini melibatkan klub dan komunitas sebagai mitra pembinaan.

Rafee, yang juga anggota DPRD Bengkalis, menyebut 12 Pengkab dan Pengkot PELTI di Riau telah dikukuhkan. Konsolidasi organisasi itu dinilai penting agar program pembinaan berjalan seragam dan terarah.

Ia menargetkan dalam jangka menengah peringkat atlet Riau di level nasional meningkat signifikan dan mampu bersaing pada PON 2028.

“Target kami jelas. Prestasi nasional harus naik. PON 2028 menjadi momentum pembuktian,” ujarnya.

Sekretaris Umum PELTI Riau, Iwan Nauli Daulay, menambahkan minat masyarakat terhadap tenis meningkat dalam lima tahun terakhir. Indikatornya terlihat dari tingginya penggunaan lapangan tenis di Pekanbaru yang hampir selalu penuh pada jam latihan.

“Tahun ini kami mulai lebih fokus pada pembinaan prestasi. Infrastruktur dibangun, kompetisi diperbanyak dan pembinaan diperkuat,” kata Iwan.

Sebelumnya, sejumlah turnamen telah digelar pada awal tahun, termasuk kejuaraan tenis veteran yang diikuti atlet dari berbagai daerah. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan berkelanjutan sepanjang 2026.

Dengan konsolidasi organisasi, penguatan fasilitas dan kalender kompetisi yang lebih sistematis, PELTI Riau berharap tenis tidak sekadar menjadi olahraga komunitas, tetapi mampu melahirkan atlet yang kompetitif di tingkat nasional. (Agus Mardi) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image