Surat Kebudayaan untuk Lemkari di Ranah Bundo // Catatan Hati : Agusmardi (Ketua Majelis Sabuk Hitam Lemkari Sumbar)
Kepada para sahabat senior dan yunior Majelis Sabuk Hitam Lemkari di Ranah Minang tacinto.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ossu.. !
Perkenankan saya, Agusmardi, menyapa dunsanak sadonyo.
Pada amanah organisasi, saya dititahkan menjadi Ketua Majelis Sabuk Hitam Lemkari Pengprov Sumatera Barat masa bakti 2026-2030.
Saya datang bukan membawa kebesaran diri.Saya datang membawa amanah.
Karena dalam adat kita, nan gadang indak malendo, nan tinggi indak maimpok. Jabatan hanyalah titipan, tanggung jawabnyalah yang berat.
Majelis Sabuk Hitam bukan sekadar struktur organisasi.
Ia adalah tunggak tuo perguruan.Tempat nilai ditimbang.Tempat etika dipancang.Tempat teknik karate dijaga agar indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh.
Beberapa tahun terakhir, Lemkari Sumatera Barat bergerak dan bertumbuh. Prestasi berjalan, organisasi berbenah. Di tengah gerak itu, saya merasa bersyukur dapat ikut menyingsing lengan, sembari menyadari betapa besar beban yang kini saya pikul.
Saya tumbuh dari proses.Dari lantai dojo di Ranting Lemkari Lengayang, Pesisir Selatan.Dari dinamika perguruan di Sumatera Barat dan DKI Jakarta.
Dari kesetiaan pada Lemkari, bahkan ketika ombak organisasi datang silih berganti.Bagi saya, menjadi Ketua MSH bukan soal memimpin dari depan.
Ia lebih dekat pada manjago palito tak pudua....menjaga agar nyala nilai tetap hidup, tanpa membakar. Tanpa memanggang. Tanpa menghanguskan. Tapi untuk memberi cahaya dan terang yang bersinar di hati.
Ossu..
Tugas Majelis Sabuk Hitam adalah memastikan teknik karate berkembang seiring zaman, berbasis sport science, namun tetap berakar pada etika. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Ilmu bertumbuh, adab tetap dijunjung.Karena adab lebih tinggi dari ilmu.
Saya meyakini, dunsanak Majelis Sabuk Hitam Lemkari Sumbar selama ini telah konsisten menjaga AD/ART, PERTEK, dan kode etik perguruan. Kita saling menopang. Kita saling mengingatkan. Sebab dalam budaya Minangkabau: "Duduak surang basampik sampik, duduak basamo balapang-lapang. Saciok bak ayam, sadantiang bak basi".
Visi Majelis Sabuk Hitam Lemkari Sumbar 2026–2030 adalah menjadikan MSH sebagai rumah bersama:rumah etika,rumah kejernihan teknik,dan rumah musyawarah lintas generasi.
Dengan seizin Ketua Pengprov Lemkari Sumbar, kami berikhtiar menghadirkan MSH yang lebih dekat ke gelanggang. Lebih hadir ke dojo-dojo. Memberi arahan dengan alua jo patuik, bukan dengan suara meninggi.
Saya percaya, kekuatan perguruan tidak lahir dari kerasnya perintah, tetapi dari kesepahaman hati. Dari komunikasi nan jujur. Dari saling menghormati antara nan tuo dan nan mudo.
Saya mohon dukungan.Saya mohon kebersamaan.Bukan untuk kepentingan pribadi,melainkan untuk Lemkari yang telah membesarkan kita semua.
Dan perguruan akan tetap tegak, selama ada orang-orang yang menjaganya dengan tulus.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Padang, 1 Februari 2026
Ketua Majelis Sabuk Hitam Lemkari Pengprov Sumatera Barat Masa Bakti 2026-2030.
Agusmardi, B.AC-Karateka DAN IV
