BREAKING NEWS

Husin Daruhan: Nada, Amanah, dan Harmoni Musik Minang yang Mengalun


Indokatanews Bukittinggi --- Kabut pagi menari di antara Marapi dan Singgalang. Ia mengusap lembut atap Istana Bung Hatta yang tegak menyapa langit. Di dalam aula, aroma kayu tua bercampur tinta sejarah. Terdengar bisik-bisik nada yang tak kasat mata. Nada itu selaras dengan detak jantung para musisi. Ia senada dengan rindu para pencipta lagu dan harapan yang tersimpan di lipatan suara.


Rabu (4/2/2026), langkah-langkah mereka menyatu. Satu tujuan hadir di antara mereka.Yakni, memberikan amanah kepada Husin Daruhan SH., M.Si. Dt. Mangkuto yang kembali diangkat sebagai Ketua DPD PAPPRI Sumbar untuk periode 2026 - 2030.


Pemilihan berlangsung secara aklamasi. Suasana seperti orkestra dalam satu nada tunggal. Bukan sekadar suara mayoritas, tapi gema kepercayaan massal. Husin, yang sebelumnya telah menorehkan jejaknya di panggung musik Minang, menerima amanah ini dengan wajah tenang dan mata bersinar. Seolah ia mendengar sendiri irama yang lahir dari hati para pengurus, musisi, dan seniman di sekelilingnya.


Periode kedua ini bukan sekadar jabatan. Ia adalah melodi yang berlanjut. Harmoni yang dijaga. Komitmen yang tak lekang dimakan waktu.


“Di dalam Musda itu, secara aklamasi, saya diberikan amanah untuk kembali memimpin PAPPRI Sumbar hingga 2030,” ujarnya, suaranya lembut tapi bergetar seperti denting siter yang menembus kabut pagi. Amanah ini, kata Husin, akan dijaga sepenuh hati. Ia menoleh ke para pengurus provinsi dan kabupaten/kota. Mereka telah menabuh gendang kerja keras di panggung musik Minang. Ritme itu memberi harapan, yang tak terdengar tapi nyata.


Bagi Husin, PAPPRI bukan sekadar organisasi. Ia adalah rumah besar bagi semua yang menyalakan api musik dalam dada. Tempat penyanyi, pencipta lagu dan musisi bersatu. Akademisi, pengusaha, birokrat pun ikut menyalakan nada yang sama. Satu hasrat menyatukan mereka: memberi arti pada setiap nada. Menyulam sejarah dalam harmoni. Menyalakan budaya Minang hingga ke ujung dunia. Di sini, kata bertemu nada. Sejarah bertemu masa depan. Setiap langkah adalah komposisi baru yang ingin didengar.


Dalam kepemimpinannya yang baru, Husin membisikkan visi dengan nada lembut tapi pasti. Visi itu mencakup peningkatan kesejahteraan musisi. Perlindungan hak cipta dan royalti. Peningkatan profesionalitas. Pelestarian musik tradisional. Dan, peneguhan budaya lokal sebagai denyut ekonomi kreatif. Musik Minang, bagi Husin, bukan sekadar hiburan. Ia adalah jiwa masyarakat. Ia berdetak di balik setiap talenta, tarian jari di atas instrumen, dan setiap desah nafas yang menyusun lagu.


“Selain membangun sinergi antar musisi, kami ingin karya mereka dikenal di tanah asalnya, bukan hanya di perantauan saja. Media digital membuka jendela dunia. Tapi dukungan nyata tetap dibutuhkan,” kata Husin. Matanya berkilat seperti tuts piano yang siap ditekan. Ia menunggu nada-nada baru lahir dari tangan-tangan berbakat di seluruh Sumatera Barat.


Musda itu sendiri adalah orkestra hidup. Waketum DPP PAPPRI Johni W. Maungkar, SH., Kadis Kebudayaan Provinsi Sumbar, Wakil Wali Kota Bukittinggi, dan kepala OPD Pemko hadir. Mereka berdampingan dengan perwakilan DPC PAPPRI se-Sumbar. Setiap kehadiran, setiap langkah, setiap senyum adalah nada. Bila dijalin bersama, mereka membentuk simfoni identitas, dedikasi, dan harapan.


Dengan terpilihnya kembali Husin Daruhan, PAPPRI Sumbar menegaskan janji yang tak hanya diucapkan, tapi dirasakan. Janji itu menjadi wadah bagi musisi, penjaga budaya dan penggerak ekosistem musik yang matang dan berdaya saing. Ia tetap berakar pada identitas Minang. Di tangan Husin, musik Minang tak hanya terdengar. Ia hidup, bernapas dan mengalun. Ia membawa setiap jiwa yang mendengar pada harmoni yang tak lekang oleh waktu.


Selamat menjabat kembali, Bung Husin ! (Agusmardi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image