BREAKING NEWS

Dari Pekanbaru ke Padang: Ketika Tenis Menenun Silaturahmi Sumbar- Riau



INDOKATANEWS Padang---Tenis tidak selalu dimulai dari pukulan keras dan skor ketat. Kadang, ia berawal dari perjumpaan. Dari duduk bersama. Dari silaturahmi yang ditenun pelan-pelan.

Itulah yang dilakukan Pengurus Provinsi Pelti Sumatera Barat.

Sabtu (7/2/2026) pekan ini, jajaran Pelti Sumbar akan melangkah ke Pekanbaru. Bukan sekadar bertandang. Bukan sekadar bertamu. Tetapi membangun simpul. Menyambung jejaring. Meneguhkan sinergi tenis antarprovinsi.

“Kunjungan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi.Sekaligus membangun sinergi positif antar pengurus Pelti Sumbar dan Pelti Riau,” kata Ketua Pelti Sumbar, Prof Syahrial Bakhtiar, Selasa (3/2).


Momentum kunjungan itu tidak datang tiba-tiba. Pekanbaru, pada 6 - 8 Februari 2026, menjadi tuan rumah Baveti Open 2026. Sebuah kejuaraan yang diikuti banyak petenis dari Sumatera Barat. Para atlet datang. Para pengurus ikut mendampingi. Maka perjumpaan pun dimaknai lebih jauh.

“Mumpung pengurus Pelti Sumbar banyak berada di Pekanbaru, kami manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan Pelti Riau,” ujar Syahrial.

Bukan hanya temu kangen. Tapi juga temu gagasan.

Tenis, bagi Pelti Sumbar, tak cukup dibina di lapangan sendiri. Ia perlu ruang tanding. Perlu lawan sepadan. Perlu ekosistem yang saling menopang. Dan di situlah Sumbar dan Riau bertemu: dua provinsi, satu semangat pembinaan.

Kunjungan dijadwalkan berlangsung Sabtu sore, pukul 18.00 WIB hingga selesai. Diisi silaturahmi dan ramah tamah antar pengurus. Lalu, Minggu pagi (8/2), dilanjutkan dengan main tenis. Lapangan bicara. Raket bersuara. Keringat menjadi bahasa persaudaraan. Bahkan domino pun ikut hadir, sebagai jeda yang menyenangkan.

Selain Prof Syahrial, rombongan Pelti Sumbar turut diikuti sejumlah pengurus dan Ketua Pelti Kota Padang, Prof Ahmad Wira. Sebuah kehadiran kolektif. Sebuah pesan simbolik,bahwa pembinaan tenis adalah kerja bersama.

Di tengah kalender kompetisi yang kian padat, kunjungan ini menjadi penanda. Bahwa prestasi tidak lahir dari menara gading. Ia tumbuh dari relasi. Dari kepercayaan. Dari silaturahmi yang dirawat.

Tenis Sumatera bergerak.Pelan, tapi pasti.Dari Pekanbaru, ke Padang.Dari silaturahmi, menuju prestasi. ( Agusmardi) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image